01 — Asumsi Harga & Parameter Dasar
Harga pasar aktual (Juni 2026): Telur ayam ras di Makassar berada di kisaran Rp 30.730/kg (data TPID Makassar) atau sekitar Rp 51.470/rak. Di Kabupaten Gowa harga eceran tercatat Rp 27.250–28.000/kg. Harga di tingkat peternak Sulawesi (Makassar) berkisar Rp 24.000–25.000/kg (Pinsar/Arboge, 7 Juni 2026). Permintaan telur sedang naik dipicu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Harga Pullet 12 Pekan
Rp 85.000
per ekor, Makassar
Harga Pakan Layer
Rp 400.000
per karung (50 kg)
Harga Telur Peternak
Rp 24.500/kg
estimasi rata-rata Sulsel
Berat Telur Rata-rata
60 gram
per butir (standard)
Harga per Butir (peternak)
Rp 1.470
Rp 24.500 × 0,06 kg
Hen Day Production
80%
asumsi konservatif
02 — Menghitung Populasi Optimal dari Modal Rp 300 Juta
Prinsip utama: Modal Rp 300 juta harus cukup sampai bulan ke-5 saat telur mulai dipanen dan pendapatan pertama masuk. Ini mencakup: pembelian pullet + pembangunan kandang + pakan selama masa pra-produksi (~6 minggu) + biaya operasional + buffer.
| Komponen Investasi Awal |
Satuan |
Vol / Qty |
Harga Satuan |
Total (Rp) |
| A. INVESTASI TETAP (Kandang & Peralatan) |
| Lahan sewa tahunan (400 m² total area) |
tahun |
1 |
15.000.000 |
15.000.000 |
| Bangunan kandang baterai (200 m²) — material kayu/bambu + seng |
m² |
200 |
300.000 |
60.000.000 |
| Kandang baterai (cage) — besi, 4 tier, 2 ekor/cell |
unit |
100 |
180.000 |
18.000.000 |
| Tempat pakan & minum (nipple / talang) |
paket |
1 |
5.000.000 |
5.000.000 |
| Instalasi listrik + lampu pencahayaan kandang |
paket |
1 |
3.500.000 |
3.500.000 |
| Gudang pakan & peralatan (30 m²) |
unit |
1 |
8.000.000 |
8.000.000 |
| Pompa air + tandon |
paket |
1 |
2.500.000 |
2.500.000 |
| Egg tray, keranjang, timbangan, sprayer |
paket |
1 |
2.000.000 |
2.000.000 |
| Biaya perizinan (KKPR, SIUP, dll) |
paket |
1 |
3.000.000 |
3.000.000 |
| SUBTOTAL INVESTASI TETAP |
117.000.000 |
| B. PEMBELIAN PULLET |
| Pullet umur 12 pekan (Isa Brown / Lohmann) |
ekor |
800 |
85.000 |
68.000.000 |
| Penyusutan mortalitas (5% buffer) |
ekor |
40 |
85.000 |
3.400.000 |
| SUBTOTAL PULLET (efektif 800 ekor) |
68.000.000 |
| C. BIAYA OPERASIONAL PRA-PRODUKSI (6 minggu, bulan 1–1,5) |
| Pakan layer 115 gr/ekor/hari × 800 ekor × 45 hari |
kg |
4.140 |
8.000/kg |
33.120.000 |
| Obat-obatan, vitamin, vaksin (pra-produksi) |
paket |
1 |
4.000.000 |
4.000.000 |
| Gaji pegawai (1 orang) × 1,5 bulan |
bulan |
1.5 |
2.500.000 |
3.750.000 |
| Listrik + air (pra-produksi) |
bulan |
1.5 |
800.000 |
1.200.000 |
| SUBTOTAL BIAYA PRA-PRODUKSI |
42.070.000 |
| D. BUFFER MODAL KERJA (3 bulan pertama produksi) |
| Pakan bulan 2–4 (800 ekor × 115 gr × 90 hari) |
kg |
8.280 |
8.000/kg |
66.240.000 |
| SUBTOTAL BUFFER PAKAN 3 BULAN |
66.240.000 |
| TOTAL PENGELUARAN |
293.310.000 |
Modal yang dipakai
Rp 293 jt
dari Rp 300 juta
Sisa Buffer Darurat
Rp 6,7 jt
cadangan tak terduga
Populasi Efektif
800 ekor
pullet 12 pekan
03 — Kebutuhan Lahan (Standar Permentan No. 31/2004)
Standar Kandang Baterai — 800 Ekor
Berdasarkan Permentan No. 31 Tahun 2004, untuk 500–1.000 ekor ayam petelur, standar minimal luas kandang adalah 100 m². Dengan sistem baterai (12–13 ekor/m²), populasi 800 ekor membutuhkan minimal 62–67 m² lantai kandang. Disarankan mengambil 80 m² bangunan kandang aktif + sirkulasi, dengan total area lahan ±400 m² termasuk gudang, jalan kandang, dan zona biosekuriti.
| Area / Zona |
Ukuran |
Keterangan |
| Kandang Baterai Aktif |
80 m² |
Dimensi: 20m × 4m — 2 baris cage, 4 tingkat |
| Gang/sirkulasi antar baris |
20 m² |
Min. 1 m kanan-kiri untuk panen telur & pakan |
| Gudang pakan & obat |
30 m² |
Simpan 3–4 ton pakan (7–8 karung/minggu) |
| Area sortir & packing telur |
15 m² |
Meja sortir + timbangan + egg tray |
| Zona biosekuriti (pagar + jarak) |
150 m² |
Buffer dari hunian, min. 500 m dari permukiman |
| Penampungan kotoran (compost) |
30 m² |
Manure bisa dijual Rp 300–500/kg kering |
| Pos jaga + toilet karyawan |
15 m² |
— |
| TOTAL LAHAN DIBUTUHKAN |
±340–400 m² |
Rekomendasi minimal 400 m² (20×20) |
04 — Proyeksi Produksi & Pendapatan Bulanan
Produksi telur/hari
640 butir
800 × 80% HDP
Produksi per bulan
19.200 butir
640 × 30 hari
Produksi berat/bln
1.152 kg
19.200 × 60 gr
Pendapatan/bulan
Rp 28,2 jt
1.152 kg × Rp 24.500
05 — Biaya Operasional Bulanan (Saat Produksi)
| Pos Biaya |
Perhitungan |
Jumlah (Rp) |
| Pakan (800 ekor × 115 gr × 30 hari) |
2.760 kg × Rp 8.000/kg |
22.080.000 |
| Gaji karyawan (1 orang) |
— |
2.500.000 |
| Obat, vitamin, vaksin rutin |
— |
800.000 |
| Listrik + air |
— |
800.000 |
| Packaging (egg tray, dus) |
320 tray × Rp 600 |
192.000 |
| Transportasi distribusi |
— |
500.000 |
| Biaya tak terduga / perawatan |
— |
400.000 |
| TOTAL BIAYA OPERASIONAL/BULAN |
27.272.000 |
Pendapatan / bulan
Rp 28.224.000
1.152 kg × Rp 24.500
Biaya Opex / bulan
Rp 27.272.000
termasuk pakan & gaji
Laba Bersih / bulan
Rp 952.000
margin sangat tipis!
⚠️ Perhatian Kritis: Dengan harga telur Rp 24.500/kg, margin hanya Rp 952.000/bulan — sangat rentan terhadap fluktuasi harga pakan atau penurunan HDP. Solusinya: jual langsung ke konsumen/warung dengan harga Rp 27.000–28.000/kg (bukan harga peternak besar), yang akan meningkatkan margin menjadi Rp 3–5 juta/bulan.
06 — Skenario Pendapatan Berdasarkan Harga Jual
| Skenario |
Harga Jual/kg |
Pendapatan/bln |
Laba Bersih/bln |
Keterangan |
| BURUK Jual ke bandar |
Rp 22.000 |
Rp 25.344.000 |
− Rp 1.928.000 |
Merugi, tidak dianjurkan |
| STANDAR Harga peternak |
Rp 24.500 |
Rp 28.224.000 |
Rp 952.000 |
Margin sangat tipis |
| REKOMENDASI Langsung ke konsumen |
Rp 27.000 |
Rp 31.104.000 |
Rp 3.832.000 |
Jual ke warung, kantin, RT/RW |
| OPTIMAL MBG + warung campuran |
Rp 28.500 |
Rp 32.832.000 |
Rp 5.560.000 |
Mix: suplai MBG + ritel langsung |
07 — Alur Modal & Timeline Kas (Bulan 1–6)
Bulan 0 — Persiapan Awal
Pembangunan Kandang & Perizinan
Sewa lahan, bangun kandang baterai, instalasi listrik & air, gudang pakan, pengurusan izin SIUP/KKPR. Estimasi durasi: 3–4 minggu.
− Rp 117.000.000 (investasi tetap)
Bulan 1 — Datang Pullet
Beli & Adaptasi 800 Ekor Pullet
Pembelian pullet 12 pekan dari supplier Makassar. Pullet masuk umur 12 minggu, akan mulai bertelur ~umur 18–20 minggu (6–8 minggu lagi). Mulai pemberian pakan layer + vitamin adaptasi.
− Rp 68.000.000 (pullet) − Rp 15.000.000 (pakan+ops)
Bulan 2 — Pra-Produksi
Masa Grower (Pullet Umur 16–18 Minggu)
Ayam menuju umur bertelur. Perlu pencahayaan 14–16 jam/hari untuk stimulasi produksi. Mulai muncul telur pertama di akhir bulan 2 (sekitar 5–10% HDP).
− Rp 27.200.000 (pakan + ops) | pendapatan kecil mulai muncul
Bulan 3 — Produksi Meningkat
HDP Mencapai 50–65%
Telur mulai dipanen rutin 400–520 butir/hari. Pendapatan ~Rp 12–15 juta. Masih ada defisit tapi mulai tertutup sebagian. Bangun jaringan pembeli (warung, kantin).
Pendapatan ~Rp 14.000.000 | Biaya Rp 27.200.000
Bulan 4 — Produksi Penuh
HDP Mencapai 80%
Produksi penuh 640 butir/hari = 1.152 kg/bulan. Pendapatan ≥ Rp 28–31 juta mulai mengimbangi biaya operasional. Pada skenario jual langsung, sudah surplus tipis.
Pendapatan Rp 31 jt | Biaya Rp 27,2 jt → Surplus Rp 3,8 jt
Bulan 5–6 — Stabil
Operasional Mandiri
Cash flow positif, opex sudah dapat ditutup dari pendapatan rutin. Sisa buffer modal masih ada sebagai cadangan. Mulai hitung BEP investasi (estimasi 18–24 bulan).
Laba bersih Rp 3,5–5,5 jt/bulan tergantung harga jual
08 — Analisis Pasar: Makassar & Kabupaten Gowa
Kondisi Pasar Aktual (Juni 2026)
- Harga telur di Kota Makassar: Rp 30.730/kg di pasar eceran, Rp 51.470/rak (TPID Makassar).
- Harga di Kabupaten Gowa: Rp 27.250/kg eceran (data Bapanas/Databoks).
- Permintaan naik signifikan sejak awal 2026 dipicu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pedagang Pasar Terong Makassar melaporkan kenaikan dari Rp 52.000 ke Rp 58.000/rak.
- Mayoritas pasokan telur di Makassar masih didatangkan dari Sidrap (Sidenreng Rappang). Ini adalah peluang besar — peternak lokal Makassar/Gowa bisa menawarkan telur lebih segar dengan biaya distribusi lebih rendah.
- Permintaan telur bersifat inelastis (stabil meski harga naik) — karakteristik ideal untuk komoditas peternak.
| Segmen Pasar |
Lokasi |
Estimasi Daya Serap |
Harga yang Bisa Diperoleh |
| Warung sembako / kios pasar tradisional |
Makassar & Gowa |
300–500 butir/hari |
Rp 26.000–27.500/kg |
| Kantin sekolah / kantor / kampus |
Makassar |
100–200 butir/hari |
Rp 27.000–28.000/kg |
| Suplier MBG (Makan Bergizi Gratis) |
Makassar & Gowa |
200–400 butir/hari |
Rp 27.000–28.500/kg |
| Warung makan / rumah makan |
Makassar |
100–200 butir/hari |
Rp 27.500–29.000/kg |
| Bandar / pengepul besar |
Sulsel |
Tak terbatas |
Rp 22.000–24.500/kg |
09 — Strategi Marketing Makassar & Kab. Gowa
🎯 Strategi Utama: Jual Langsung, Hindari Bandar
- Target primer: Warung sembako, kios pasar di Pasar Terong, Pasar Pa'baeng-baeng, Pasar Sungguminasa (Gowa), dan Pasar Pallangga.
- Antar langsung: Sediakan motor + cool box — antar telur segar setiap pagi. Keunggulan vs Sidrap: telur hari ini, bukan telur 2–3 hari perjalanan.
- Daftar ke MBG: Program pemerintah ini membutuhkan suplier lokal terdekat. Daftarkan ke Dinas Peternakan Kota Makassar / Kab. Gowa untuk menjadi mitra MBG.
- WhatsApp Business: Buat grup pelanggan rutin. Pembeli bisa pesan malam, antar pagi hari.
- Nilai jual diferensiasi: "Telur segar lokal Gowa, dipanen pagi ini" — konsumen pasar semakin peduli kesegaran.
10 — Break Even Point & Proyeksi Balik Modal
| Indikator |
Nilai |
Keterangan |
| Total Modal Investasi |
Rp 293.310.000 |
Termasuk investasi tetap + pullet + ops pra-produksi + buffer pakan 3 bln |
| Laba bersih/bulan (skenario rekomendasi) |
Rp 3.832.000 |
Harga jual Rp 27.000/kg ke warung/konsumen langsung |
| Laba bersih/bulan (skenario optimal) |
Rp 5.560.000 |
Mix MBG + warung, harga Rp 28.500/kg |
| Pendapatan tambahan manure |
Rp 500.000 – 1.500.000/bln |
800 ekor hasilkan ±240 kg manure kering/bulan @ Rp 500–700/kg |
| BEP Operasional |
Bulan ke-4 |
Pendapatan sudah menutup biaya operasional rutin |
| BEP Investasi (balik modal penuh) |
18–24 bulan |
Dengan laba Rp 4–6 jt/bulan + manure + penjualan ayam afkir |
| Penjualan ayam afkir (bulan ke-18–24) |
Rp 12–16 juta |
800 ekor × ~Rp 20.000/kg × 1 kg (satu kali) ≈ mempercepat BEP |
11 — Risiko & Mitigasi
| Risiko |
Dampak |
Mitigasi |
| Harga pakan naik > Rp 9.000/kg |
TINGGI |
Beli pakan dalam jumlah besar saat harga turun; pertimbangkan konsentrat + jagung lokal |
| Harga telur jatuh < Rp 22.000/kg |
TINGGI |
Diversifikasi pembeli langsung; tidak bergantung pada satu bandar |
| Wabah penyakit (ND, AI, IB) |
KRITIS |
Vaksinasi rutin, biosekuriti ketat, asuransi ternak (jika tersedia) |
| Mortalitas > 5% |
SEDANG |
Monitoring harian, ventilasi optimal, air bersih ad libitum |
| Perizinan lokasi |
SEDANG |
Pastikan lokasi tidak dalam zona larangan (min. 500 m dari permukiman padat) |
| Buffer modal habis sebelum produksi penuh |
SEDANG |
Sudah disiapkan buffer pakan 3 bulan dalam skema modal ini |
12 — Rekomendasi Akhir
✅ Kesimpulan & Saran Strategis
- Modal Rp 300 juta cukup untuk 800 ekor pullet dengan sistem baterai, termasuk kandang dan buffer operasional hingga produksi penuh.
- Jangan jual ke bandar. Bangun jaringan warung & konsumen langsung di Makassar dan Gowa untuk harga Rp 27.000–28.500/kg — ini perbedaan antara rugi dan untung.
- Daftarkan sebagai mitra MBG — program ini adalah stimulus permintaan yang signifikan dan berkelanjutan.
- Pertimbangkan lokasi di Kabupaten Gowa (Parangloe, Pallangga, atau Bajeng) — lahan lebih murah, dekat sumber pakan lokal, dan sudah ada ekosistem peternak (Parangloe dikenal sebagai sentra telur Gowa).
- BEP operasional tercapai bulan ke-4. BEP investasi penuh sekitar 20–24 bulan dengan laba bersih Rp 4–6 juta/bulan + manure + afkir.
- Pada tahun ke-2, pertimbangkan ekspansi ke 1.500 ekor dengan reinvestasi laba — margin per ekor akan meningkat karena overhead kandang sudah tertutup.